Akuisisi Tambang PTRO, SINI Siapkan Dana Rp3,6 Triliun

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 25 Mei 2026
Akuisisi Tambang PTRO, SINI Siapkan Dana Rp3,6 Triliun
Tambang PTRO. ( Sumber : NET )

JAKARTA - PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) bersiap melaksanakan penambahan modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue guna membiayai akuisisi perusahaan tambang milik PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Berdasarkan keterbukaan informasi, SINI berencana mengeluarkan saham baru maksimal 721,5 juta lembar dengan nominal Rp100 per saham.

Melalui asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per lembar, perseroan membidik perolehan dana maksimal Rp3,6 triliun.

Direktur Utama SINI, Amir Antolis, menyatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi perusahaan melalui pengambilalihan PT Karya Mineral Sentosa (KMS) milik PTRO.

“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan PMHMETD akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kondisi keuangan, terutama dalam memperkuat struktur permodalan melalui peningkatan posisi ekuitas,” ujar Amir dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (25/5/2026).

Dalam kesepakatan tersebut, SINI bakal mengambil alih 507,38 juta saham KMS atau setara 99,995% kepemilikan saham tambang itu dari PTRO.

Nilai dari akuisisi ini mencapai Rp1,73 triliun.

Perseroan menerangkan bahwa transaksi ini termasuk kategori material dikarenakan nilainya mencapai 110,27% dari total aset SINI.

Di samping itu, transaksi ini digolongkan sebagai transaksi afiliasi sebab PTRO merupakan pihak afiliasi dari salah satu pengendali perseroan.

Walau demikian, SINI menegaskan bahwa transaksi tersebut bukan termasuk benturan kepentingan sesuai ketentuan POJK No. 42/2020.

Selain untuk membeli KMS, dana hasil rights issue juga ditujukan untuk melunasi utang perseroan kepada beberapa bank lebih cepat.

Rincian pinjaman yang dilunasi mencakup fasilitas dari BNI masing-masing sebesar Rp300 miliar yang jatuh tempo pada Agustus dan September 2026, serta pinjaman dari Bank Mandiri sebesar Rp300 miliar yang jatuh tempo pada September 2026.

Melalui aksi korporasi tersebut, SINI memprediksi struktur permodalan perusahaan akan mengalami perbaikan signifikan.

Perseroan memproyeksikan posisi ekuitas yang sebelumnya minus Rp687,41 miliar dapat berubah menjadi positif Rp1,53 triliun usai rights issue rampung.

Selain itu, kas dan setara kas diprediksi naik hingga Rp2,32 triliun, sementara total aset diestimasi meningkat menjadi Rp3,99 triliun.

“Pelaksanaan ini juga diproyeksikan menciptakan efisiensi keuangan melalui pelunasan sebagian pokok pinjaman bank yang akan menurunkan beban bunga dan meningkatkan laba bersih,” ujar Amir.

Perseroan akan mengajukan permohonan persetujuan kepada pemegang saham dalam RUPS yang dijadwalkan pada 26 Mei 2026.

Selanjutnya, SINI akan menyerahkan pernyataan pendaftaran rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, PTRO pun masih menanti persetujuan dari sejumlah kreditur seperti BCA, BNI, dan Bank Mandiri terkait rencana pelepasan saham KMS.

Perseroan memastikan komunikasi dengan PTRO terus berlanjut agar semua izin dapat dikantongi sebelum pernyataan pendaftaran rights issue diserahkan kepada OJK.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua