Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah Kunci Ketahanan Energi Migas

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 25 Mei 2026
Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah Kunci Ketahanan Energi Migas
Marjolijn Wajong, Direktur Eksekutif IPA (kanan) dan Teresita Listyani (FOTO: NET)

TANGERANG - Indonesian Petroleum Association (IPA) menyampaikan apresiasi atas ketegasan Pemerintah dalam mengedepankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha di industri hulu minyak dan gas bumi (migas) demi mencapai ketahanan energi nasional.

Sinergi ini diwujudkan melalui upaya peningkatan aktivitas eksplorasi serta percepatan pengembangan di berbagai proyek atau lapangan yang sudah ditemukan.

“Pemerintah yang dimaksud disini bukan hanya Pemerintah Pusat, tetapi juga termasuk Pemerintah Daerah,” kata Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, usai seremoni penutupan IPA Convex 2026, Jum’at (22/5/2026).

Marjolijn menuturkan bahwa dukungan dari jajaran pemerintah merupakan unsur vital dalam mempertahankan kelangsungan industri hulu migas domestik, khususnya di tengah sengitnya persaingan investasi energi secara global.

Kehadiran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewakili Presiden Prabowo Subianto pada pembukaan IPA Convex 2026 dianggap sebagai tanda nyata keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor hulu migas nasional.

Ia juga mengapresiasi pernyataan pemerintah mengenai janji untuk memperbaiki iklim investasi di sektor energi, termasuk langkah mempermudah proses perizinan serta meningkatkan kepastian hukum.

Langkah tersebut merupakan kebutuhan mendasar bagi industri hulu migas yang memiliki karakteristik padat modal, berisiko tinggi, serta memerlukan siklus investasi jangka panjang.

“Kami selalu ingin menyampaikan kepada publik bahwa hulu migas merupakan industri yang memiliki jangka waktu panjang, padat modal, dan risiko yang tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan konsistensi kebijakan agar para calon investor dan perusahaan yang sudah ada di Indonesia akan memiliki keyakinan untuk menempatkan investasi mereka di Indonesia,” tegas Marjolijn.

Pihak IPA berharap komitmen pemerintah ini dapat segera terwujud melalui kebijakan yang selaras serta eksekusi yang responsif, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, guna memacu pertumbuhan industri hulu migas nasional sekaligus mendukung target ketahanan energi Indonesia.

Chairperson IPA Convex 2026, Teresita Listyani, turut memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah menjadikan ajang IPA Convex 2026 sebagai wadah untuk menyepakati berbagai kerja sama strategis.

Agenda tersebut mencakup penandatanganan kontrak Wilayah Kerja (WK), pengumuman penawaran WK, penyampaian hasil tender WK, serta penandatanganan sejumlah kesepakatan komersial seperti PJBG, HOA, dan JSA lainnya.

“Hal itu menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak sunset tetapi masih bergerak untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia,” kata Teresita.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua