Strategi Dual Growth, PHE Perkuat Produksi Migas dan Bisnis Hijau

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 25 Mei 2026
Strategi Dual Growth, PHE Perkuat Produksi Migas dan Bisnis Hijau
PHE Fokus Genjot Produksi Migas dan Kembangkan Bisnis Energi Rendah Karbon di 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyatakan dedikasinya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi melalui penerapan Dual Growth Strategy.

Strategi ini dilakukan dengan cara memperkuat bisnis inti di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) sembari secara simultan mengembangkan bisnis rendah karbon secara berkelanjutan.

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, menyatakan bahwa perusahaan menerapkan strategi pertumbuhan yang seimbang antara pengoptimalan sektor migas dan pengembangan energi rendah emisi.

“PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon,” ujar Whisnu dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Minggu.

Whisnu menerangkan, lewat pendekatan manajemen risiko yang terintegrasi dan adaptif, PHE berupaya memastikan transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan di masa depan.

Sebagai salah satu pilar sektor hulu migas nasional, saat ini PHE berkontribusi sebesar 65 persen terhadap produksi minyak nasional serta 37 persen untuk produksi gas nasional.

Perusahaan juga mengelola sekitar 27 persen blok migas yang ada di Indonesia.

Pada tahun 2025, PHE mencatatkan produksi minyak sebanyak 556 ribu barel minyak per hari (MBOPD), sementara produksi gas mencapai 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Capaian tersebut didukung oleh 887 kegiatan pengeboran sumur pengembangan, well service pada 37.266 sumur, serta 1.288 kegiatan workover selama tahun berjalan.

Di sisi lain, PHE terus meningkatkan kontribusi terhadap program transisi energi nasional lewat berbagai inisiatif keberlanjutan yang berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan sukses mempertahankan peringkat MSCI ESG di level “BBB”, menjalankan lebih dari 808 program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta menekan emisi karbon hingga 1.619.564 ton $CO_2e$.

Selain itu, PHE juga mengembangkan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) serta Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) bersama sejumlah mitra global.

Hingga tahun 2030, kapasitas penyimpanan karbon yang ditargetkan mencapai 7,3 gigaton.

Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, PHE mencatat berbagai capaian strategis dalam sektor hulu migas nasional.

Salah satunya yaitu proyek injeksi $CO_2$ Sukowati yang diproyeksikan mampu menambah perolehan minyak hingga 19,2 juta barel.

Perusahaan juga menemukan sumber daya 2C di Tedong sebanyak 108,05 juta barel setara minyak (BOE) serta melaksanakan implementasi Multi Stage Fracturing pertama pada sumur horizontal Kotabatak.

Prestasi lain yang telah terealisasi mencakup pengembangan North Duri A14 melalui injeksi steamflood pertama untuk Enhanced Oil Recovery (EOR).

Kemudian terdapat Onstream Greenfield Akasia dengan produksi awal mencapai 3.200 barel minyak per hari (BOPD).

Selain itu, berhasil diproduksi Lapangan Padang Pancuran I dengan estimasi cadangan sebesar 1,1 juta barel minyak.

PHE juga melakukan pengembangan proyek EOR Chemical di Area Minas.

Tercatat pula Onstream Area of Interest Sisi Nubi dengan kapasitas produksi sebesar 70 MMSCFD.

Terakhir, dilakukan pengembangan sumur Step Out Abab sebagai bagian dari revitalisasi brownfield.

Memasuki tahun 2026 dan seterusnya, PHE telah menyiapkan sejumlah proyek strategis lanjutan, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, Greenfield OO-OX ONWJ, eksplorasi laut dalam di Natuna Timur, hingga proyek migas nonkonvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan.

Perusahaan juga mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi pengeboran, integrasi manajemen aset, serta pengembangan subsurface yang lebih efisien dan efektif.

Sementara itu, proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus pengembangan masa depan perusahaan dengan target potensi penyimpanan karbon hingga 2,9 gigaton.

“PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” kata Whisnu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua